- Prediksi Erosi pada Lahan Agroforestri di Daerah Tangkapan Air Gintung Sub DAS Merawu Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara
- Prediksi Erosi Dengan Metode Erosion Bridge Pada Lahan Agroforestri Kopi Robusta (Coffea Canephora) di Desa Binangun, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara
- Intersepsi Tajuk pada Lahan Agroforestri Kopi Robusta (Coffea canephora) di Desa Binangun Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara
- Analisis Laju dan Kapasitas Infiltrasi pada Berbagai Tipe Agroforestri di Desa Binangun, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara
- Analisis Daya Dukung Ketersediaan Sumber Air dalam Memenuhi Kebutuhan Masyarakat di Desa Binangun, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara
Prediksi Erosi pada Lahan Agroforestri di Daerah Tangkapan Air Gintung Sub DAS Merawu Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara

Alih fungsi lahan dan pengolahan pertanian intensif di kawasan hulu Sub DAS Merawu menyebabkan peningkatan risiko erosi dan sedimentasi. Ekosistem DAS hulu berperan penting melindungi wilayah hilir sehingga permasalahan di hulu akan berdampak pada kuantitas dan kualitas air. DTA Gintung di Desa Binangun memiliki kondisi lereng yang curam dan penutupan lahan berupa agroforestri dan pertanian intensif sehingga rentan terhadap erosi. Sistem agroforestri yang diterapkan oleh petani kopi merupakan alternatif pengelolaan lahan untuk menekan laju degradasi, namun efektivitasnya dalam mengendalikan erosi belum banyak dikaji.. Penelitian ini bertujuan untuk menaksir nilai erosi dan menganalisis hubungan karakteristik hujan terhadap nilai erosi melalui pendekatan sedimen suspens.
Penelitian dilakukan pada 10 Februari hingga 10 April 2025 di SPAS Gintung yang terletak di Dusun Gintung Desa Binangun, Karangkobar, Banjarnegara. Data primer yang diperoleh berupa data sedimen suspensi, data karakteristik hujan, dan data vegetasi. Data tersebut diolah secara kuantitati untuk mengetahui besaran erosi yang ada serta dianalisis regresi sederhana untuk memperoleh hubungan antara parameter karakteristik hujan dengan sedimen suspensi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa erosi yang terjadi di DTA Gintung selama dua bulan pengamatan (10 Februari – 10 April 2025) mencapai 47,84 ton/ha atau setara dengan kehilangan tanah setebal 0,72 cm. Karakteristik hujan yang paling berpengaruh terhadap erosi yang ditaksir melalui sedimen suspensi adalah intensitas hujan maksimum dalam 30 menit, tebal hujan, durasi hujan, dan intensitas hujan.
Ditulis oleh: Veriska Intan Prabandari (21/482177/KT/09705)